
INIDEWA365 - Jose Mourinho mengaku ia merasa diperlakukan berbeda di Premier League
jika dibandingkan dengan Jurgen klopp dan Josep Guardiola.
Mourinho
adalah sosok yang cukup ekspresif di pinggir lapangan. Ia tak akan
segan untuk menunjukkan emosinya, khususnya jika merasa ada keputusan
yang merugikan timnya. Atau bisa juga saat ia mengekspresikan rasa
bahagianya yang meluap-luap.
Ia juga kerap bersinggungan dengan
manajer lain. Perang komentar pun kerap ia lakoni dengan manajer klub
lain seperti Rafael Benitez maupun Arsene Wenger.
Mourinho pun kemudian mendapat sorotan negatif. Baik dari media maupun para fans.
Pilih Kasih
Mourinho
kemudian menyebut bahwa media atau fans sepertinya pilih kasih. Sebab
jika ada orang yang berbuat sama seperti dirinya, katakanlah itu Klopp
atau Guardiola, reaksinya akan berbeda dari yang diterimanya. Ia pun
terdengar seperti cemburu dengan perlakuan tersebut.
“Beberapa
orang keliru mengartikan gairah dengan kontrol emosional. Saya akan
memberi Anda contoh bahwa Anda tahu bahwa saya benar. Situasi serupa,
dengan saya dan manajer lain, konsekuensi yang berbeda," bukanya kepada
beIN Sports.
"Ketika Mourinho berperilaku buruk di pinggir
lapangan, ketika Mourinho menendang botol, ketika Mourinho melakukan
ini, ketika Mourinho melakukan itu, ia keluar, ia disanksi, ia membayar
untuk ini," ketusnya.
“Ketika Jurgen [Klopp] melakukan sesuatu,
ia spesial. Ketika Pep [Guardiola] melakukannya, ia spesial. Ketika
Mourinho melakukannya, ia dikeluarkan," keluh Mourinho.
Tak Kapok
Mourinho
memang kerap dicap negatif selama di Inggris. Namun mantan anak asuhnya
yakni Frank Lampard menyakini Mourinho tak akan kapok melatih di negara
tersebut.
"Mungkin [kembali ke Premier League]. Ia adalah Jose Mourinho. Apa pun bisa terjadi," ucap Lampard pada Four Four Two.
"Mourinho
akan dicari klub karena ia adalah manajer yang hebat dan karena apa
yang sudah ia lakukan di olahraga ini. Sekarang terserah padanya, ia
bisa beristirahat."
"Mungkin ia juga layak untuk mendapatkan
waktu sejenak untuk istirahat sementara waktu karena tekanan yang selama
ini dihadapi. Saya tidak yakin itu adalah hal yang menyenangkan,
tekanan dari luar," tandas Lampard.