
Kegagalan ini sangat mengecewakan. Pasukan Unai Emery sempat unggul dua gol dan menutup babak pertama dengan nyaman. Sayangnya, dua blunder bek Arsenal di babak kedua mengubah jalannya pertandingan.
Sokratis Papastathopoulos membuat blunder pertama, disusul dengan Virgil van Dijk. Dua kesalahan ini membuktikan bahwa Arsenal membiarkan lawan mencetak gol dengan mudah.
Mengamati jalannya pertandingan tersebut, Metro merumuskan tiga hal yang patut dibahas untuk Arsenal.
Pembuktian Aubameyang
Absennya Alexandre Lacazette tidak terasa. Pierre-Emerick Aubameyang lebih dari cukup untuk mengemban tugas mencetak gol
Aubameyang membungkus dua gol pada laga ini. Dia juga merupakan salah satu pemain yang tampil paling baik pada pertandingan tersebut.
Dua gol Aubameyang ini membuktikan kualitasnya sebagai striker. Aubameyang juga begitu efektif. Tercatat, dia bisa mencetak tujuh gol dari sembilan tembakan tepat sasaran di Premier League musim ini.
Emery Kesulitan Menemukan Keseimbangan
Unai Emery kembali mengubah taktik Arsenal pada laga ini. Menurunkan formasi 4-4-2 diamond, dengan Mesut Ozil, Dani Ceballos, Granit Xhaka, dan Metteo Guendouzi sebagai empat gelandang.
Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Watford dipastikan bakal bermain defensif. Arsenal justru kesulitan menemukan celah di lini tengah.
Terlebih, masalah yang paling utama adalah lini tengah yang sangat timpang pada awal pertandingan. Ozil tampak kesulitan sejak awal.
Masalah Defensif Arsenal Berlanjut
Dua gol Watford merupakan hadiah dari Arsenal, gratis. Sejak awal musim, barisan bek Arsenal masih meragukan dan mereka sudah beberapa kali membuat blunder fatal.
Kali ini, giliran Sokratis dan David Luiz yang menghadiahkan dua gol pada lawan. Emery tampaknya masih belum menemukan solusi dari masalah ini.
Sebab itu, harapan Emery terletak pada pemulihan cedera Hector Bellerin, Kieran Tierney, dan Rob Holding yang dinilai bisa menyelesaikan masalah defensif tersebut.